Rabu, 01 Mei 2013

UPACARA ADAT UNIK DI INDONESIA



UPACARA ADAT UNIK DI INDONESIA

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak suku. Akibat dari banyaknya suku yang ada di Indonesia maka teciptalah suatu adat atau budaya yang berbeda-beda. Salah satunya adalah upacara adat. Dimana upacara adat suatu suku berbeda dengan upacara adat suku lain. Beberapa contoh upacara adat adalah sebagai berikut :

1. RITUAL TIWAH – KALIMANTAN TENGAH

Ritual Tiwah yaitu prosesi menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung.
Ritual Tiwah dijadikan objek wisata karen unik dan khas banyak para wisatawan mancanegara tertarik pada upacara ini yang hanya di lakukan oleh warga Dayak Kalteng

2. KEBO-KEBOAN – BANYUWANGI

Prosesi upacara adat Kebo-keboan yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Alasmalang. Awalnya upacara adat ini dilaksanakan untuk memohon turunya hujan saat kemarau panjang, dengan turunnya hujan ini berarti petani dapat segera bercocok tanam.
Puncaknya prosesinya adalah membajak sawah dan menanam bibit padi di persawahan. Orang-orang yang bertingkah seperti kerbau tadi dapat kesurupan dan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang ditanam. Warga masyarakat Desa Alasmalang berusaha berebut bibit padi tersebut, karena dipercaya dapat digunakan sebagai tolak-balak maupununtuk keuntungan

3. RAMBU SOLO – TORAJA

Rambu Solo adalah pesta atau upacara kedukaan /kematian. Adat istiadat yang telah diwarisi oleh masyarakat Toraja secara turun temurun. Bagi keluarga yang ditinggal wajib membuat sebuah pesta sebagai tanda penghormatan terakhir pada mendiang yang telah pergi.
Setelah melewati serangkaian acara, si mendiang di usung menggunakan Tongkonan (sejenis rumah adat khas Toraja) menuju makam yang berada di tebing-tebing dalam goa. Nama makamnya adalah pekuburan Londa.
Yang unik dari upacara rambu solo adalah pembuatan boneka kayu yang dibuat sangat mirip dengan yang meninggal dan diletakkan di tebing.Uniknya lagi... konon katanya, wajah boneka itu kian hari kian mirip sama yang meninggal

4. DUGDERAN – SEMARANG

Dugderan adalah sebuah upacara yang menandai bahwa bulan puasa telah datang. Dugderan dilaksanakan tepat 1 hari sebelum bulan puasa. Kata Dugder diambil dari perpaduan bunyi dugdug dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan derr.Kegiatan ini meliputi pasar rakyat yang dimulai sepekan sebelum dugderan. Karnaval yang diikuti oleh pasukan merah-putih, drumband, pasukan pakaian adat “BHINNEKA TUNGGAL IKA” , meriam , warak ngendok dan berbagai potensi kesenian yang ada di Kota Semarang. Ciri Khas acara ini adalah warak ngendok, sejenis binatang rekaan yang bertubuh kambing berkepala naga serta kulit sisik emas. Visualisasi warak ngendok dibuat dari kertas warna – warni. Acara ini dimulai dari jam 08.00 sampai dengan maghrib di hari yang sama juga diselenggarakan festival warak dan Jipin Blantenan.

5. TABUIK – PARIAMAN

Berasal dari kata ‘tabut’ dari bahasa Arab yang berarti mengarak. Upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram.
Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW.
Dua minggu menjelang pelaksanaan upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan. Mereka membuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.
Pada hari yang telah ditentukan, sejak pukul 06.00, seluruh peserta dan kelengkapan upacara bersiap di alun-alun kota. Para pejabat pemerintahan pun turut hadir dalam pelaksanaan upacara paling kolosal di Sumatera Barat ini.
Selain sebagai nama upacara, Tabuik juga disematkan untuk nama benda yang menjadi komponen penting dalam ritual ini. Tabuik berjumlah dua buah dan terbuat dari bambu serta kayu. Bentuknya berupa binatang berbadan kuda, berkepala manusia, yang tegap dan bersayap. Oleh umat Islam, binatang ini disebut Buraq dan dianggap sebagai binatang gaib. Di punggung Tabuik, dibuat sebuah tonggak setinggi sekitar 15 m. Tabuik kemudian dihiasi dengan warna merah dan warna lainnya dan akan di arak nantinya.
Satu Tabuik diangkat oleh para pemikul yang jumlahnya mencapai 40 orang. Di belakang Tabuik, rombongan orang berbusana tradisional yang membawa alat musik perkusi berupa aneka gendang, turut mengisi barisan. Sesekali arak-arakan berhenti dan puluhan orang yang memainkan silat khas Minang mulai beraksi sambil diiringi tetabuhan.
Saat matahari terbenam, arak-arakan pun berakhir. Kedua Tabuik dibawa ke pantai dan selanjutnya dilarung ke laut. Hal ini dilakukan karena ada kepercayaan bahwa dibuangnya Tabuik ini ke laut, dapat membuang sial. Di samping itu, momen ini juga dipercaya sebagai waktunya Buraq terbang ke langit, dengan membawa segala jenis arakannya.

SUKU ABORIGIN DI AUSTRALIA



SUKU ABORIGIN DI AUSTRALIA

Bangsa Aborigin adalah penduduk asli/awal benua Australia dan kepulauan disekitarnya, termasuk juga mencakup Tasmania dan kepulauan selat Torres. Bentuk fisik orang Aborigin mirip orangPapua, karena memang keturunan orang Papua yang menjelajah ke benua Australia, sikitar 40.000 tahun lalu. dalam perkembangannya, bentuk fisik mereka saat ini rata-rata lebih kecil dan lebih pendek dari orang Papua. rambut mereka juga keriting, namun sebagian warnanya sudah kemerah-merahan atau cokelat pucat, sedangkan warna kulit mereka gelap 
Kata aborigin dalam bahasa Inggris mempunyai arti "penduduk asli/penduduk pribumi", dan mulai digunakan sejak abad ke-17 untuk mengacu kepada penduduk asli Australia saat itu. Sebutan ini diambil dari bahasa latin ab origine, yang berarti "dari awal" dan diperuntukan bagi penduduk yang sejak semula tinggal di suatu daerah atau pulau.
Pada mulanya, mereka hidup dari berburu dan mencari ikan. Mereka berburu binatang liar seperti kanguru, dengan tombak, panah, dan bumerang (senjata khas orang Aborigin). Di daerah yang beriklim dingin, kulit kanguru ini digunakan sebagai bahan pakaian. Ilmu bercocok tanam dan beternak belum dikenal, karenanya kelompok anak suku aborigin tidak pernah berkelana jauh dari sumber-sumber air atau sungai.
Mereka juga tidak pernah tinggal lama di suatu daerah. Rumahnya amat sederhana, terbuat dari susunan ranting pohon dan dedaunan. dalam masyarakat kesukuannya, mereka dipimpin olehkepala suku yang biasanya juga merangkap sebagai dukun suku itu. Kepala suku juga memimpin upacara keagamaan dan perkawinan. Agama orang aborigin masih tradisional, mereka percaya terhadap adanya Roh Agung yang menciptakan alam semesta dan isinya. Mereka percaya bahwa Roh Agung terkadang memberikan petunjuk dan bimbingan melalui mimpi.

Salah satu budaya yang terkenal dari suku Aboriginadalah senjata berburu yang sering mereka gunakan, yaitu Boomerang. Senjata ini sangatlah unik karena setelah dilempar jauh,dapat kembali lagi, senjata ini sering digunakan untuk berburu di hutan maupun padang savannah. Dalam kehidupan sehari-hari suku Aborigin memang di habiskan untuk berburu binatang liar seperti Kanguru (binatang khas Australia), selain menggunakan Boomerang mereka juga menggunakan senjata-senjata tradisional seperti tombak dan panah.

Di saat musim dingin suku Aborigin menggunakan pakaian yang terbuat dari kulit kanguru. Bagi orang-orang Aborigin yang masih hidup secara tradisional, mereka tidak pernah mengenal bercocok tanam dan memelihara ternak, itulah sebabnya kelompok mereka tidak pernah pergi jauh dari sumber air maupun sungai. Tempat tinggalnya pun masih bersifat nomanden atau berpindah-pindah, rumah yang dibuatnya pun sangat sederhana dan hanya terbuat dari ranting-ranting pohon dan daun-daun yang di susun.

Dalam kehidupan bersosial antar suku, sebuah kelompok Aborigin diketuai oleh seorang pemimpin suku, ketua suku tersebut juga merangkap jabatan sebagai dukun atau tabib, dan turut memimpin dalam ritual-ritual adat maupun acara perkawinan.

Suku Aborigin sendiri terbagi atas banyak kelompok menurut wilayah yang mereka tinggali, diantaranya adalah Aborigin Bama di wilayah Queensland, Aborigin Koori di wilayah New south Wales dan Victoria, Aborigin Murri di wilayah Queensland selatan, Aborigin Noongar di wilayah selatan bagian Australia barat, Aborigin Nunga di wilayah Australia selatan, Aborigin Anangu di wilayah dekat perbatasan Australia selatan dan barat, serta Aborigin Palawah yang tinggal di pulau Tasmania. Komunitas Aborigin terbanyak ialah Aborigin Anangu yang memiliki populasi 32,5% dari seluruh orang Aborigin di Australia, namun jika dihitung keseluruhan dengan penduduk Australia suku Aborigin hanya berjumlah 517.000 jiwa dan jika di persentasi hanya 2,3%.

Sempat terjadi diskriminasi dari orang-orang 
Eropa terhadap suku Aborogin, bahkan suku Aborigin kerapkali dianggap sebagai Fauna/hewan, namun diskriminasi tersebut saat ini berangsur-angur melunak, dan salah satu strategi politik untuk permasalahan Aborigin adalah dengan proses Asimilasi antara orang kulit putih dan kulit hitam Suku Aborigin. Perkawinan campur ini banyak membuat anak-anak mereka menjadi tidak lagi berkulit hitam, bahkan untuk generasi-generasi berikutnya semakin putih sama dengan orang Eropa.

http://pandri-16.blogspot.com/2012/11/sejarah-awal-adanya-suku-aborigin-di.html

MATRYOSHKA – BONEKA KHAS RUSIA



MATRYOSHKA – BONEKA KHAS RUSIA
Matryoshka (bahasa Rusia: матрёшка), adalah boneka khas Rusia yang dapat diisi dengan bentuk boneka-boneka yang lebih kecil. Nama "matryoshka" diambil dari nama "Matryona", yang merupakan nama dari seorang wanita yang bertubuh gemuk.
Model-model boneka matryoshka dapat bervariasi sebagai contoh bentuk gadis petani dengan pakaian tradisional, karakter dongeng sampai para pemimpin Soviet.

Sejak abad ke 19 kurang lebih berkisar tahun 1890-an Matryoshka adalah souvenir nasional  negara Rusia yang sangat populer.Karena matryoshka adalah barang yang unik, warna cerah, ceria, meriah, mudah dibawa, serta menarik sehingga setiap pameran dan festival selalu diminati banyak pengunjung.
Pada zaman dahulu kala di negara asalnya Rusia, nama Matryoshka atau matryosha adalah nama wanita yang sangat populer di kalangan orang biasa.
Nama Matryoshka itu sendiri berasal dari kata "mater" yang bermakna "ibu" dalam bahasa latin. Nama ini dikaitkan dengan citra seorang ibu dari sebuah keluarga petani besar yang sangat sehat dan memiliki bentuk tubuh gemuk.

Dalam sejarah yang saya baca di salah satu web, menyebutkan pada akhir abad 19 di Rusia ada seorang pelukis bernama Sergey Malyutin membuat sebuah sketsa matryoshka dan meminta bantuan Vasiliy Zvyozdotchkin, seorang pengrajin kayu untuk membuat matryoshka ini. Malyutin kemudian mengecat boneka tersebut menjadi sosok gadis manis yang menggunakan pakaian tradisional Rusia lengkap dengan kerudungnya dan pernak pernik khas lainnya
Kerajinan boneka matryoshka ini menjadi sangat populer setelah mengikuti Pameran Dunia di Paris tahun1900. Kemudian matryoshka tersebut di produksi secara besar-besaran di sebuah wilayah di pinggiran kota Moskwo yaitu  Sergiyev Posad. Hingga saat kini daerah tersebut menjadi pusat pengrajin matryoshka di Rusia.
Bahan matryoshka untuk mendapatkan kualitas terbaik biasanya terbuat dengan bahan dasar kayu dari pohon birch atau Linden. Uniknya, meski teknologi sudah canggih dan mutahir, akan tetapi sampai saat ini pun matryoshka masih dibuat dengan tangan.

Seperti halnya seorang ibu, Matryoshka adalah lambang cinta, kasih sayang, kepedulian dan perdamaian, Akan tetapi seiring berjalannya waktu matryoshka menjadi symbol persahabatan dan perhatian.

TRADISI MINUM TEH DI BERBAGAI NEGARA



TRADISI MINUM TEH DI BERBAGAI NEGARA

Mengenal Tradisi Minum Teh
   Teh (Camelia sinensis) dikenal sejak sekitar 2.737 tahun sebelum Masehi (SM) pada masa kekaisaran Sheh Nong di China. Dari negeri China, teh kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia, dan sampai kini tradisi minum teh masih lestari di berbagai Negara.
   Teh merupakan salah satu minuman terpopuler di dunia. Karena kandungannya, dalam kehidupan sehari-hari teh berperan sebagai mood booster. Di berbagai belahan dunia, teh merupakan bagian dari sejarah, budaya, status sosial dan kepribadian bangsa. Budaya minum teh didefinisikan mulai dari cara teh dibuat dan diminum, cara orang berinteraksi dengan teh dan aspek estetika seputar minum teh yang amat berbeda.
CHINA
   Orang China sangat memerhatikan rasa dan aroma teh. Mereka juga senang membanding-bandingkan satu jenis teh dengan teh yang lainnya. Di China, penyajian minum teh tidak disertai dengan hidangan makanan. Dalam teradisi minu teh di China, ada dua wadah yang digunakan. Sebuah gelas dan sebuah mangkuk. Gelas berfungsi untuk menghirup aroma teh, sedangkan mangkuk berfungsi untuk meminum air teh.
Orang China membuat teh secara bersama-sama. Daun teh dimasukkan hingga menutupi lingkaran dasar poci. Poci terbuat dari tanah liat merah yang berpori rapat sehingga ketika dituangi air, lambat laun poci akan menjadi kering kembali. Poci ditaruh di atas mangkuk yang lebih besar, lalu dituangi air mendidih hingga luber. Air yang luber akan tertampuh di mangkuk besar itu. Kemudian poci ditutup sekitar dua menit. Air teh dituang ke dalam gelas lalu dipindahkan ke mangkuk. Seusai memindahkan air teh, tamu menghirup aroma teh dari gelas sebagai tanda penghormatan pada tuan rumah yang telah menyajikan teh. Setelah itu, barulah teh bisa diminum. Proses ini dilakukan berulang-ulang dengan jenis teh yang berbeda.
JEPANG
   Teh dikenal di Jepang sekitar abad ke-12. Teh yang dikenal di sana adalah teh matcha yang terbuat dari bubuk teh hijau. Sementara upacara minum teh diperkenalkan Sen No Rikyu pada abad ke-16. Upacara teh masih berlangsung hingga kini. Tradisi upacara minum teh ini berlangsung sekitar empat jam. Pertama-tama tamu datang dan diantar keruang tunggu. Mereka akan disuguhi air panas dari ketel di sebuah cangkir. Diruang ini, tamu diharapkan memuji tuan rumah. Lalu, bersama-sama mereka menuju taman. Tamu berhenti untuk mencuci tangan dan mulut di air pancuran di taman. Lalu, tamu melepaskan sepatu dan beberapa barang bawaan sebelum masuk ke ruang penyuguhan teh. Disini tamu menikmati dekorasi dan rangkaian bunga sambil minum sake. Tamu kemudian kembali ke taman sambil menunggu tuan rumah menyiapkan teh kental. Setelah selesai, tuan rumah akan membunyikan gong yang menandakan tamu segera kembali ke ruang penyuguhan teh. Di ruang penyuguhan, tamu dipersilahkan minum teh kental dengan beberapa makanan. Teh panas disajikan dengan wiski. Para tamu hendaknya cermat mengagumi taman, perkakas, dekorasi, arsitektur, keramik, dan bunga-bunga yang ada di ruangan.
RUSIA
   Orang Rusia mengenal teh sejak abad ke-17. mereka minum the sambil berdiri, mengikuti tradisi orang Barat. Orang Rusia menggunakan ketel samovar, mirip ketel orang Mongol. Samovar dulu dikenal untuk membuat minuman madu berempah. Air dididihkan di ketel samovar dengan tungku dan arang. Di musim panas, samovar ditempatkan di meja di sebuah taman sehingga asap dari air mendidih bisa keluar dengan leluasa. Sementara di musim dingin, samovar ditempatkan di dalam ruangan. Leher ketel disambungkan dengan pipa menuju cerobong asap agar asap dari air mendidih bisa langsung dilepas ke luar rumah. Sambil menunggu air mendidih, zavarka atau poci teh dipanaskan. Setelah itu, uap yang menempel di zavarka dilap dengan serbet. Daun teh dimasukkan sampai hangat dan layu dalam zavarka yang ditutup hingga aroma teh keluar. Lalu air mendidih dituangkan pada zavarka hingga daun tenggelam. Air teh dituangkan dalam gelas-gelas perak. Untuk menikmati teh, dimasukkan satu sendok selai atau gula putih kedalam mulut, lalu teh yang biasanya telah ditetesi lemon diminum. Biasanya teh disajikan dengan kue-kue manis.
INGGRIS
   Teh dikenalkan di Inggris sekitar tahun 1652. Harganya sangat tinggi karena dianggap sebagai minuman bangsawan. Salah satu bangsawan yang menggemari teh adalah pangeran Charles II dan istrinya, Catherine de Braganza. Dari bangsawan-bangsawan Inggris, teh dikenal sampai ke beberapa Negara. Teh yang bisa disajikan saat sarapan dan makan malam diperkenalkan seorang bangsawan Inggris sebagai minuman pergaulan. Mereka menikmati teh sambil jalan-jalan di halaman rumah. Gaya hidup para bangsawan ini ditiru oleh para keluarga Inggris. Kebiasaan minum teh di Inggris masih berlangsung hingga kini. Ada dua jenis upacara teh di inggris. Teh cair biasanya disajikan pada siang hari dalam pertemuan keluarga. Dihidangkan dengan roti berselai,sandwich, atau makanan kecil lainnya.
IRAK
   Bagaimana pun sibuknya, orang Irak selalu menyempatkan diri untuk berkumpul pada sore hari sambil menikmati teh. Tiap orang duduk melingkar diruang tamu sambil menanti sajian teh. Apresiasi orang Irak pada penyajian teh sangat tinggi. Jadi, menyuguhkan teh celup sangat tidak dianjurkan karena bisa dicemooh. Setiap keluarga memiliki tradisi sendiri dalam membuat teh, tetapi proses intinya sama. Air dididihkan dalam ketel. Daun the dimasukkan ke dalam poci dan dituangi air mendidih hingga daunnya naik ke atas. Poci ditaruh di atas ketel agar tetap panas hingga daun teh tenggelam.
INDONESIA
   Sedangkan di Indonesia sendiri, budaya ini masih sangat minim dan terhitung masih rendah konsumennya. Padahal, Indonesia merupakan penghasilan teh kelima terbesar di dunia setelah India, China, Sri Lanka, dan Kenya. Diduga penyebab rendahnya tingkat konsumsi teh di Indonesia karena masyarakat belum banyak yang tahu tentang khasiat teh bagi kesehatan.
INDia
     Legenda dari India menghubungkan penemuan teh dengan biarawan Bodhidharma. Sang biarawan sangat kelelahan setelah mengakhiri pertapaannya selama 7 tahun. Dalam keputusasaan dia mengunyah beberapa daun yang tumbuh didekatnya, dan kemudian dengan serta-merta menyegarkannya kembali.
Tidak ada catatan sejarah mengenai minum teh di India sebelum abad kesembilan belas. Masyarakat India justru mengenal kebiasaan minum teh oleh orang Inggris, di mana saat itu India masih berstatus koloni. Orang India lebih menggemari varian-varian teh hitamnya yang sangat populer: Darjeeling, Assam dan Nilgiri.