Rabu, 07 Maret 2012

Hardskill

                Seperti yang terdapat pada tulisan Softskill yang menyebutkan pentingnya keseimbangan dalam 2 kemampuan yaitu softskill dan hardskill. Maka disini akan saya tuliskan betapa pentingnya suatu hardskill.
                Hardskill merupakan suatu keterampilan atau kemampuan teknis dimana bisa didapatkan dari buku. Dimana buku tersebut terdapat ilmu penetahuan. Jadi hardskill merupakan kemampuan seseorang menerapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki.
                Hardskill sendiri berbeda dengan softskill dimana semakin kita bertambah umur makan semakin menambah pula kemampuan kita. Pada hardskill kemampuan hardskill akan berkurang semakin bertambah usia kita. Ini diakibatkan dari penurunan kinerja otak. Kenapa hardskill sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun kehidupan ? Seperti  yang saya sampaikan diparagraf awal dimana kedua kemampuan tersebut harus seimbang. Dapat kita ambilkan suatu contoh.
                Sebut saja namanya  A, ini mempunyai kemapuan hardskill yang sangat tinggi, akan tetapi dia mempunyai kemapuan softskill yang sangat rendah. Berbeda dengan B yang kemampuan softskill dan hardskillnya seimbang  atau setidaknya tidak berbeda jauh. Dan C yang kebalikkan dari A, C mempunyai kemampuan softskill yang tinggi. Apabila mereka bertiga masuk dalam dunia kerja maka si yang paling sukses adalah B. Kenapa bisa begitu ? A tanpa bisa berinteraksi akibat kemapuan softskill yang kurang dia hanya akan mempunyai karier yang stagnan atau selalu tetap. Sedangkan pada C dia akan lebih berbahaya karena bisa saja karier dia berhenti akibat tidak ada kemampuan hardskill. Dimana dia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan akibat kemampuan hardskill yang rendah. Berbeda dengan B yang dapat mengatasi pekerjaan dia dan bisa besosialisasi dengan sekitarnya maka karier yang dia miliki bisa lebih tinggi daripada yang lain.
                Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua kemampuan tersebut harus kita miliki agar bisa bertahan di dunia kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari. Jadi mari mengasah kemampuan hardskill dan softskill kita !

Sumber : http://hafismuaddab.wordpress.com/2010/02/13/pengertian-soft-skill-dan-hard-skill/

Softskill

Untuk mengarungi hidup atau bekerja diperlukan 2 skill atau keterampilan, yaitu softskill dan hardskill.dimana kedua hal tersebut harus berimbang atau harus dimiliki oleh semua orang untuk bertahan di dunia kerja. Disini kita akan mebicarakan tentang softskill terlebih dahulu.
Softskill atau dalam artinya adalah kemampuan halus merupakan suatu keterampilan yang tidak tergantung oleh ilmu alam. Soft skil atau bisa disebut keterampilan manusia dalam hal non teknis, dimana keterampilan ini didapatkan bukan melalui belajar dari suatu mata pelajaran seperti IPA , IPS, matematika dan lain-lain. Melainkan didapatkan dari pengalaman berinteraksi dengan orang atau bisa dibilang pengalaman yang kita lalui.
Sebagai perbandingan kita bisa mengambil contoh orang yang tertutup dengan orang yang terbuka. Apabila kedua orang tersebut diajak untuk mempresentasikan sesuatu akan terlihat perbedaan dalam gaya bersuara, intonasi dan mimic dalam mempresentasikan. Kebanyakkan orang pendiam lebih sering mempresentasikan atau berbicara yang bisa membuat orang bosan berbeda dengan orang terbuka yang sering berbicara dengan banyak orang.  Oleh karena itu didapatkan suatu kesimpulan dimana orang pendiam kebanyakkan tidak / sedikit mempunyai kemampuan softskill dan ini berbeda dengan orang terbuka yang mempunya softskill. Sehingga orang pendiam sanat sulit diajak untuk bekerja sama. Dan ini menyebabkan jarangnya dia diterima dalam bekerja.
Softskill sendiri didapat bukan dengan membaca suatu buku, melainkan berinteraksi dengan sesame manusia, melakukan sesuatu selain belajar dari buku . jadi dapat disimpulkan bahwa softskill didapatkan dari pengalaman seseorang dalam berinteraksi dan beraktifitas dengan orang yang ada disekitarnya. Oleh sebab itu kemampuan softskill seseorang akan bertambah dengan semakin tua seseorang tersebut.
Jadi dapat disimpulkan kemampuan softskill sangat diperlukan untuk kita agar dapat bekerja di bidang yang kita inginkan dan mari kita terbuka untuk mendapatkan atau meningkatkan kemampuan softskill kita.

Sumber :http://sriyuliani.staff.fisip.uns.ac.id/kuliah/apa-itu-soft-skills/

TUGAS 3 BAHASA INDONESIA 2

KESALAHAN PENALARAN

Kesalahan Penalaran adalaha suatu kesalahan yang diakibatkan oleh kesalahan penarikkan kesimpulan dari premis yang ada.
Terdapat berbagai jenis kesalahan penalaran yaitu : 
Pemilihan terbatas pada dua alternative
Salah nalar ini dilandasi oleh penalaran alternatif yang tidak tepat dengan pemilihan jawaban yang ada.
Penyebab salah nalar.
Salah nalar ini disebabkan oleh kesalahan menilai sesuatu sehingga mengakibatkan terjadinya pergeseran maksud.
Analogi yang salah.
Salah nalar ini dapat terjadi bila orang menganalogikan sesuatu dengan yang lain dengan anggapan persamaan salah satu segi akan memberikan kepastian persamaan pada segi yang lain.
Deduksi yang salah.
Simpulan dari suatu silogisme dengan diawali premis yang salah atau tidak memenuhi persyaratan.
Generalisasi terlalu luas.
Salah nalar ini disebabkan oleh jumlah premis yang mendukung generalisasi tidak seimbang dengan besarnya generalisasi itu sehingga simpulan yang diambil menjadi salah.
Argumentasi bidik orang.
Salah nalar jenis ini disebabkan oleh sikap menghubungkan sifat seseorang dengan tugas yang diembannya.
 Meniru-niru yang sudah ada.
Salah nalar jenis ini berhubungan dengan anggapan bahwa sesuatu itu dapat kita lakukan kalau orang lain melakukan hal itu.


TUGAS 2 BAHASA INDONESIA 2

METODE PENALARAN

Ada dua metode dalam penalaran yaitu :

1. Metode Induktif.

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Hukum yang disimpulkan difenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.Penalaran Induktif ada tiga, yaitu :

-          Generalisasi.
Proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum. Ada dua macam generalisasi yaitu :
·         Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.

·         Generalisasi tidak sempurna adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.


-           Analogi.
Proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu sama lain, kemudian menyimpulkan bahwa apa yang berlaku untuk satu hal berlaku juga untuk hal lain.

-          Hubungan Kausal.
Penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Hubungan kausal dapat terjadi dalam tiga pola :

· Sebab ke akibat

 mula-mula bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai sebab yang sudah diketahui, kemudian bergerak maju menuju pada kesimpulan sebagai akibat yang terdekat.
· Akibat ke sebab
suatu proses berpikir yang bertolak dari suatu peristiwa yang dianggap sebagai akibat yang diketahui, kemudian bergerak menuju ke sebab-sebab yang mungkin telah menimbulkan akibat tersebut.
· Akibat ke akibat
suatu proses penalaran yang bertolak dari suatu akibat menuju akibat yang lain, tanpa menyebut atau mencari sebab umum yang menimbulkan kedua akibat itu.

2. Metode Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

TUGAS 1 BAHASA INDONESIA 2

DEFINISI PENALARAN

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran



Sabtu, 26 November 2011

Premium dari Limbah Plastik

1.      Data Publikasi
a.       Judul                     :  Premium dari Limbah Plastik.
b.      Penulis                   :  Runik Sri Astuti.
c.       Penerbit                 :  Koran Kompas.
d.      Tanggal                 :  25 November 2011.
e.       No.hal                   : 14
f.       Tema                     :  Ilmu Pengetahuan & Teknologi
2.      Sinopsis
Inovasi dari Tri Handorko yang didapat dari kegelisahannya akan banyaknya limbah plastic di kotanya. Akhirnya dia memulai riset tentang BBM( Bahan Bakar Minyak) alternative berbahan dasar air. Ia membuat teknologi dengan system kerja pirolisis atau destilasi kering dimana pada proses ini limbah plastic dipanaskan menjadi uap setelah itu didinginkan agar menjadi cairan. Setelah menjadi cairan digunakan metode destilasi dan akhirnya dilakukan refinery dimana bahan baku minyak diubah menjadi minyak siap digunakan.
Alat pemrosesnya tidak perlu berkualitas tinggi bahkan bisa dibuat dari bahan bekas. Alat ini terdiri dari saliran pemasukkan (intake manipul), minimal 2 pengembun (kondesor), pipa penyalur dan botol. Bahan baku yang digunakan bisa dari limbah kayu bekas, gas elpiji dan gas metan hasil pembakaran sampah. Dimana 1 kg limbah plastic menghasilkan 1 liter minyak mentah yang akan diolah menjadi 0,8-0,9 liter premium atau solar. Manfaat inovasi ini untuk mengatasi masalah lingkungan , meningkatkan taraf hidup masyarakat serta solusi energy alternatuf.
3.      Keunggulan
                  Artikel ini sangat menarik karena dengan alat sederhana dan bahan yang sudah tidak terpakai lagi dapat menghasilkan premium atau solar agar dipakai sebagai energy alternative apabila bahan bakar fosil habis. Selain itu proses yang mudah serta alatnya yang tidak terlalu mahal.
4.      Kelemahan
                 Yang sangat disayangkan adalah banyak sekali kata-kata yang tertulis dalam bahasa kimia dan tidak dijabarkan oleh penulis agar para pembaca bisa mengerti lebih dalam cara kerja dari alat tersebut.

5.      Pendapat Akhir
               Ini merupakan artikel yang sangat inovatif dan harus disebarluaskan. Dengan cara ini kita bisa mendapatkan bahan bakar minyak yang lebih murah dan juga bersahabat. Semoga pertamina mendengarkan pembuatan

6.      Lampiran


Minggu, 06 November 2011

Analisis Diksi


Mencegah Sopir Tak Ugal-Ugalan

M Budi Santosa
Jum'at, 4 November 2011 - 10:45 wib

RENCANA kenaikan gaji sopir bus TransJakarta menjadi Rp5 juta mungkin hanya salah satu dari sekian solusi agar sopir tidak ugalan-ugalan. Namun dengan hanya melakukan pendekatan gaji, tentunya penyelesaian atas berbagai kasus bus TransJakarta menjadi tidak komprehensif.

Berbagai kasus kecelakaan dan insiden yang melibatkan bus TransJakarta baik itu tabrakan ataupun kebakaran, tidak semata-mata karena aspek gaji yang kecil. Bisa jadi aspek lainnya juga perlu dilakukan perbaikan seperti soal perawatan dan pengecekan sparepart. Banyak sekali kejadian bus ini terbakar tanpa penyebab yang jelas. Bahkan ada yang terbakar saat mengisi bahan bakar. Itu semua menunjukkan lemahnya pengecekan kesiapan armada.

Jadi kemudian pantas dipertanyakan apakah dengan menaikkan haji sopir menjadi Rp5 juta lantas berbagai insiden akan berakhir. Belum tentu. Apakah sikap ugal-ugalan sopir juga berakhir? Belum tentu juga.

Penyelesaian masalah bus TransJakarta ini selayaknya diikuti dengan perbaikan dari hulu sampai hilir. Yang pertama terkait proses rekrutmen SDM. Baik itu sopir maupun teknisi harus mumpuni. Misalnya saja bisa saja sopir harus sarjana karena akan mendapatkan gaji cukup besar. Tapi hal yang terpenting dia harus memiliki jiwa melayani. Harus memiliki jiwa yang bertanggung jawab. dan yang terpenting juga harus bisa mengendalikan emosinya karena dengan jalanan di Jakarta yang supersemrawut dipastikan emosi sopir pun akan terganggu.

Demikian juga dengan teknisi. Mereka juga harus bisa bekerja optimal dan tidak asal-asalan. Bisa saja mereka secara skill supercanggih, namun tanpa adanya jiwa melayani dan tidak bertanggung jawab, dapat membuat mereka bekerja asal-asalan. Ujung-ujungnya pengecekan armada pun tidak optimal dan cenderung sembarangan.

Jadi semestinya aspek psikologis pantas dikedepankan. Jika psikologis mereka labil, maka dipastikan kerja mereka pun akan tidak terkendali dan cenderung ugal-ugalan. Dan terpenting, tidak ada kolusi dalam proses penerimaan pegawainya.

Itu pun belum cukup. Untuk mendukung moda transportasi massal ini memang diperlukan jalur khusus yang lebih aman dan nyaman. Banyak sekali koridor busway yang sangat membahayakan bagi pengendara kendaraan lain dan akhirnya rawan kecelakaan. Untuk itu penataan ulang pantas dilakukan. Karena banyak pemberitaan menyebutkan bus TransJakarta dirusak warga karena menabrak pejalan kaki atau pengendara kendaraan lainnya.

Kemudian yang harus disiapkan juga adalah soal tempat-tempat khusus untuk pengisian bahan bakar, terutama yang menggunakan bahan bakar gas (BBG). Lokasi-lokasinya pun harus tepat dan tidak menimbulkan masalah baru. Jika terjadi insiden atau apapun tidak akan mengganggu warga lainnya.

Beberapa poin di atas tentu saja hanya bagian kecil dari upaya memperbaiki moda transportasi yang main diminati warga Jakarta ini. Kami percaya, Pemprov dan pengelola bus TransJakarta masih menyimpang segudang langkah untuk meningkatkan kinerja mereka. Semoga saja, dengan ikhtiar yang baik dan benar, moda transportasi ini makin menunjukkan kelasnya.


Sumber : http://suar.okezone.com/read/2011/11/04/59/524783/mencegah-sopir-tak-ugal-ugalan


Analisis
-          Ugal-Ugalan bahasa bakunya adalah tidak teratur dimana ugal-ugalan dipakai orang sebagai ketidaksukaan pada orang yang tidak teratur
-          Sparepart adalah serapan dari bahasa asing yang di artinya dalam bahasa Indonesianya adalah suku cadang, sparepart selain enak didengar dalam pengucapan dan juga orang Indonesia sudah terbiasa memkai kata sparepart sebagai pengganti suku cadang
-          Super semrawut kata super merupakan serapan dari asing yang dalam bahasa Indonesianya adalah luar biasa dan semrawut kata bakunya adalah tdak teratur
-          Skill supercanggih sama seperti super, skill juga merupakan serapan dari asing, seharusnya kita memakai kata keahlian sedangkan pada super seharusnya luar biasa
-          Ujung-ujungnya seharusnya disini kita memakai kata akhirnya dimana kata terebut merupakan kata yang lebih baku
-          Psikologis juga merupakan serapan asing dimana kata dalam Bahasa Indonesia adalah kejiwaan kata tersebut sering dipakai karena kata kejiwaan lebih lekat dengan orang “gila”